Category Archives: Uncategorized

Dalil Pendidikan Kejuruan

By | February 1, 2014

16 Dalil Pendidikan Kejuruan (C.Prosser, 1950:217): Pendidikan kejuruan akan efisien apabila disediakan lingkungan belajar yang sesuai dengan masalah yang sama atau merupakan replika/tiruan terhadap lingkungan di mana mereka nantinya bekerja Latihan kejuruan dapat diberikan secara efektif hanya jika latihan dilaksanakan dengan cara yang sama, operasi sama, peralatan sama dengan macam kerja yang akan dialaksanakan kelak… Read More »

Aliran Filsafat dan Kaitannya dengan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

By | January 28, 2014

Aliran pragmatisme menyatakan manusia seyogyanya tidak hanya berpikir/berteori tetapi juga harus berbuat dan bermakna (praktis). Kaitannya dengan dunia pendidikan teknologi dan kejuruan, kaum pragmatisme menghendaki pembagian persoalan teoritis dan praktis. Teori memberi bekal etik dan normatif, sedangkan praktek mempersiapkan tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan

Keberhasilan Penerapan VET di Jerman dan Australia

By | January 22, 2014

Keberhasilan beberapa Negara secara umum dalam menerapkan Vocational Education and Training (VET) seperti di Australia dan Jerman dipengaruhi oleh beberapa hal seperti sumber daya manusia, ketersediaan lapangan kerja yang lebih besar (industri), budaya kerja, ditambah lagi di dukung oleh kerangka kerja, pembiayaan, tempat pendidikan, kurikulum, tenaga pengajar, dan rasa tanggungjawab pemerintah dan industri terhadap pendidikan… Read More »

Peran Dosen LPTK dengan Guru SMK dalam menyiapkan Kompetensi Lulusan SMK

By | January 22, 2014

Keberadaan Dosen LPTK-PTK sebagai dosen yang mendidik dan menghasilkan calon guru, tidak dapat dipisahkan dengan guru SMK hasil dari didikan dosen-dosen LPTK khususnya dalam menghasilkan kualifikasi lulusan sesuai tuntutan industri. Dosen LPTK harus mampu memberikan pengetahuan dan kompetensi profesional yang dibutuhkan mahasiswa/calon guru sebagai guru yang akan menyiapkan siswanya memasuki dunia kerja. Adapun peranan dosen… Read More »

Model Pembelajaran Pendidikan Vokasi yang Relevan untuk Pembentukan Karakter

By | January 22, 2014

Upaya yang dilakukan pendidikan vokasi untuk mengatasi krisis karakter/moral (soft skill) khususnya terkait kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, memecahkan masalah, dan penguasaan bidang kerja diantaranya, melalui pengintegrasian pendidikan karakter dalam kurikulum pada semua mata pelajaran dan memberikan keteladanan dalam kehidupan di lingkungan sekolah. Khusus dalam pembelajaran, implementasi pembentukan karakter dapat dilakukan melalui penerapan konsep

Strategi pelaksanaan Kurikulum 2013 dari aspek Organisasi PTK

By | January 22, 2014

Secara umum pengorganisasian kurikulum 2013 khususnya PTK melibatkan guru, orang tua, dan industri melalui pengembangan sejalan dengan potensi anak didik dan perkembangan dunia industri. Pengembangan kurikulum 2013 harus proaktif dimulai sejak disusunnya kurikulum, karena kurikulum merupakan proses yang lama yang tidak bisa cepat dikerjakan, perlu sosialisasi dan penyesuaian menyangkut kemampuan sumber daya manusia, guru, pertimbangan… Read More »

Pengembangan Adaptive E-Learning

By | January 15, 2014

Pengembangan sistem adaptive e-learning berbeda dalam beberapa cara dari pengembangan perangkat lunak umum. Perbedaan ini terutama terkait dengan fasilitas navigasi, peran pengguna, adaptasi dinamis isi, navigasi dan presentasi, (Surjono, 2013). Pengembangan sistem adaptive e-learning  ini berawal dari adanya kebutuhan proses pembelajaran berbasis web terhadap sistem adaptif. Dengan menggunakan pendekatan sistem adaptif, diharapkan proses

Evaluasi Kebijakan Link & Match pada SMK dan Industri

By | December 16, 2013

Dunia pendidikan di era global dikejutkan dengan adanya model pengelolaan pendidikan berbasis industri. Persaingan global di bidang usaha dan industri saat ini menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Dengan pendidikan formal siswa akan memperoleh ilmu pengetahuan,  keterampilan dan pengalaman yang dapat digunakan untuk… Read More »

Perbandingan Sistem dan Manfaat TVET Indonesia dan Denmark

By | December 16, 2013

Indonesia Penyelenggaraan TVET (Technology Vocational Education and Training) di Indonesia dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui jalur pendidikan formal yang berorientasi keduniakerjaan dibedakan menjadi dua jenis (UUSPN No. 20 Tahun 2003 Pasal 15), yaitu pendidikan kejuruan dan pendidikan vokasi. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik  terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu… Read More »

Rekomendasi Perbaikan Kurikulum TVET

By | December 16, 2013

Secara umum pengorganisasian kurikulum melibatkan guru, orang tua, dan industri melalui pengembangan sejalan dengan potensi anak didik dan perkembangan dunia industri, (Wibawa, 2005). Pengembangan kurikulum harus proaktif dimulai sejak disusunnya kurikulum, karena kurikulum merupakan proses yang lama yang tidak bisa cepat dikerjakan, perlu sosialisasi dan penyesuaian menyangkut kemampuan guru, pertimbangan geografi daerah dan faktor biaya.… Read More »

Analisis Perluasan Politeknik di Indonesia

By | December 16, 2013

Tujuan didirikannya Politeknik untuk mengembangkan suatu bentuk pendidikan dan mengatasi kebutuhan tenaga kerja teknis berketerampilan tinggi yang mampu menjembatani kesenjangan antara lulusan universitas/Institut dengan sekolah menengah kejuruan/teknologi, (Hadiwaratama, 2002; Kuswana, 2013). Perluasan akses politeknik dilakukan sebagai pengembangan sumber daya manusia keteknikan (intelektual, praktis dan mental) yang memadai seiring berkembang dan terbukanya pasar global dan laju… Read More »

Personal Philosophy Pages

By | December 16, 2013

Keberadaan, kebijakan dan karakteristik pendidikan kejuruan di atas, maka posisi penulis tetap mendukung adanya pendidikan kejuruan, melalui perbaikan sistem yang belum optimal diimplementasikan dilapangan, yaitu: (1) relevansi kurikulum, (2) kerjasama dunia usaha dan industri, (3) guru/pengajar sebaiknya memiliki pengalaman industri, dan (4) penyesuaian bidang kerja dengan bakat dan minat siswa sebagai calon tenaga kerja di… Read More »