Power of Leader dalam Pendidikan Kejuruan

By | February 1, 2014

Power of leader dalam pendidikan kejuruan dapat didefinisikan sebagai daya atau potensi pimpinan untuk membangun dan memanfaatkan hubungan baik antara atasan, rekan kerja, stakeholder dalam memberi konsep, gagasan dan keputusan yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan organisasi yang dipimpinnya sesuai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Secara umum, kepemimpinan pendidikan kejuruan yang efektif adalah melaksanakan tujuan pendidikan kejuruan sesuai tujuan pendidikan nasional yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dan memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat Bangsa dan Negara, (Sugiyono, 2013).

Secara khusus, pemimpin sangat penting dalam mempengaruhi suatu organisasi pendidikan kejuruan, dalam menetapkan tujuan, prioritas dan tindakan, menciptakan ide/konsep baru, visi dan kebijakan. Hal ini senada dengan Bennis dan Nanus (dalam Cedefop, 2011:9) menguraikan atribut yang seharusnya dimiliki oleh pemimpin, yaitu: (1) melakukan hal yang benar/menjadi teladan, (2) melihat orang-orang sebagai aset besar, (3) membuat komitmen/keputusan, (4) fokus pada hasil, (5) melihat/memiliki konsep yang bisa dilakukan, (6) berbagi informasi, (7) membangun jaringan.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan kepemimpinan yang efektif pada pendidikan kejuruan ditinjau dari aspek umum dan khusus di atas, maka perlu pemimpin yang memiliki power of leader dalam membangun organisasi pendidikan kejuruan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Pemimpin yang memiliki visi dan tujuan yang jelas, sehingga pandangan tentang organisasi atau yang dipimpinnya akan dibawah kemana, jelas sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Pemimpin yang mampu berkomunikasi, dalam penyampaian gagasan, arahan, permasalahan dan petunjuk kepada bawahan agar tidak terjadi miskonsepsi dalam melakukan suatu pekerjaan guna memajukan organisasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Pemimpin yang memiliki keteladanan/karakter, merupakan komunikasi penting dalam memberikan contoh langsung pada bawahan dibandingkan hanya beretorika tak bermakna. Hal ini juga terkait dengan jiwa kepemimpinan integritas dan kharismatik.
  4. Pemimpin yang menyiapkan bawahan sebagai penerus kepemimpinannya. Pemimpin yang efektif adalah selain mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya tentunya harus melihat posisi organisasi yang dipimpinnya jauh kedepan setelah ia tidak lagi menjadi pemimpin. Maka dari itu, perlu mempersiapkan calon pemimpin pengganti yang dapat meneruskan dan mengembangkan visi dan tujuan organisasi agar mampu terus tumbuh dan berkembang mencapai puncak. Jika tidak, organisasi akan stagnan dan selalu kembali dari titik nol karena pergantian kepemimpinan yang memiliki visi dan tujuan yang berbeda, dan
  5. Pemimpin harus memiliki gaya kepemimpinan sesuai dengan lingkup organisasi yang dipimpinnya, yaitu secara umum lebih pada gaya kepemimpinan situasional.

 

DAFTAR BACAAN

Cedefop. (2011). Exploring Leadership In Vocational Education And Training [Versi elektronik]. Luxembourg: Publications Office of the European Union

Sugiyono. (2013). Materi Kepemimpinan. Disampaikan pada Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Teknologi dan Kejuruan pada Program Doktor Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *